Tuesday, May 18, 2010

SEKAR GENDING PADA GENDING KARESMEN

3.5. Tata Penyajian Sekar Gending pada Gending Karesmen
Gending Karesmen yang hamper mirip dengan “Opera” adalah sebuah pementasan teater dengan nyanyian atau dinyanyikan sewaktu melaksanakan dialog, lebih menggunakan kebebasan karawitan, tergantung kepada penyusunnya, yang disesuaikan dengan isi ceritanya, bahkan dicampur dengan jenis-jenis karawitan pun dapat pula asal tetap berpangkal kepada jiwa dan watak si pelaku dan sifat-sifat yang terkandung dalam dialog.

Karena watak, jiwa dan sifat dalam pergelaran Gending Karesmen ini bermacam-macam, maka digunakan karawitan gamelan, karawitan Cianjuran, karawitan degung atau karawitan jenis lainnya agar percakapan pelaku dan ilustrasi keadaan dapat terpenuhi. Larasnya pun bebas untuk dipakai, apakah akan memaki laras salendro, plog, degung atau madenda, yang penting; lagu-lagunya sesuai dengan jiwa pelaku dan isi dialog, laras-laras itu dikuasai pelaku dan tujuan akhir dari pergelaran terpenuhi sesuai kaidah-kaidah teater.
Adapun sumber cerita yang dibawakan pada gending karesmen umumnya dipetik dari ceritra Babad Pajajaran, namun ada pula cerita yang diambil dari lakon-lakon dewasa ini yang pada umumnya disebut drama swara dengan lagu-lagu yang dipergunakan bentuk lagu wanda anyar (kreasi baru), bahkan tidak jarang yang mempergunakan lagu-lagu pupuh.

Demi kepentingan penjiwaan dan gambaran watak isi cerita dan pelaku, dalam gending karesmen memakai jenis-jenis karawitan yang dianggap dapat mendukung pagelaran itu.

Beralih laras dalam gending karesmen bukan hal yang tidak mungkin begitu pula beralih irama sudah biasa dilakukan serta dapat pula beralih perangkat sesuai dengan kebutuhan dari sekar dan alur cerita serta perglarannya.

Fungsi gending dalam gending karesmen antara lain:
(a) Mengingi sekar
(b) Memberikan suasana
(c) Mengaksen gerak-gerak pelaku

Nama-nama Gending karesmen dan Penyusun/penciptanya
Beberapa gending karesmen yang pernah dipergelarkan dari karya-karya seniman, baik sastrawan, komponis maupun koreografer, antara lain:

(1). Sarkam Sarkim : Raden Machyar Angga Kusumadinata
(2). Iblis Minda Wahyu : Raden Machyar Angga kusumadinata
(3). Si Kabayan : Wahyu Wibisana – Koko Koswara (Mang Koko)
(4). Si Kabayan jeung Raja Jimbul : Wahyu Wibisana – Koko Koswara (Mang Koko)
(5). Aki Nini Balangantrang : Wahyu wibisana – Koko Koswara (Mang Koko)
(6). Pangeran Jayakarta : R.A.F – Koko Koswara (Mang Koko)
(7). Nyai Dasimah : Epe Syafei Adisastra – Koko Koswara (Mang Koko)
(8). Sri Baduga Maharaja : R.A.F.
(9). Bangbang Ekalaya : R.A.F.
(10). Mundinglaya Saba Langit : Wahyu Wibisana
(11). Inten Dewata : Wahyu Wibisana
(12). Galunggung Ngadeg Tumenggung : Wahyu Wibisana
(13). Nyi Rambut Kasih : Wahyu Wibisana
(14). Satu Syawal di alam Kubur : RAF – Nano. S
(15). Perang : RAF – Nano. S
(16). Sangkuriang : RAF – Nano. S
(17). Raja Kecit : Wahyu Wibisana – Nano – S
(18). Si Leungli : Nano. S
(19). Ruhak Pajajaran : RAF – Mang Koko

No comments:

Post a Comment